Kau bukan ibukku,
Tapi kasih sayang mu melebihi ibukku
“mbok” begituLah ku memanggilmu
“mbok” begituLah ku memanggilmu
Dari ku masih bayi kau yang suka
menggendongku
Di saat ibukku sibuk dengan kerjaannya yang
lagi jaya pada masa itu
Kau yang ada disisiku menjagaku
Menemaniku bermain
Menyiapkan makan untukku
Sesekali kau menyuapiku
Memanjakanku
Memberiku perhatian tulus
Kemana-mana kita bersama seperti ibu dan
anak
Siapa yang gak tau kita, semua tetangga tau kita begitu dekat
Siapa yang gak tau kita, semua tetangga tau kita begitu dekat
Hingga ku beranjak remaja,
Perhatianmu tak pupus
Meski diriku mungkin sempat melupakanmu
Aku sibuk sendiri dengan dunia baruku, yakni dunia remaja
Aku sibuk sendiri dengan dunia baruku, yakni dunia remaja
Dengan sedikit rejeki yang kau dapat
Makanan dan apapun itu
Kau masih mau berbagi denganku
Kau masih mau berbagi denganku
Kau berikan hanya untukku, yaaaach hanya
untukku…
Tidak untuk yang Lain
Tidak untuk yang Lain
Waktu bergulir,
Hingga tiba saat kau pergi meninggalkan
ku untuk selama-lamanya
Dan ku belum sempat menjengukmu disaat engkau terbaring sakit
Aku menolak ajakan ibuk’ku untuk menjengukmu
Aku takut melihatmu dengan kondisimu yang tak normal lagi
Aku tak sanggup, sungguh tak tega
Padahal mungkin dalam hatimu saat itu kamu ingin melihatku
Saat engkau sakit, firasatku sudah tak enak, mimpiku pun banyak mengisyaratkan tentang akan adanya kehilangan
Aku menolak ajakan ibuk’ku untuk menjengukmu
Aku takut melihatmu dengan kondisimu yang tak normal lagi
Aku tak sanggup, sungguh tak tega
Padahal mungkin dalam hatimu saat itu kamu ingin melihatku
Saat engkau sakit, firasatku sudah tak enak, mimpiku pun banyak mengisyaratkan tentang akan adanya kehilangan
Maafkan aku,
Perasaan bersalah ini slalu menghantuiku
Aku benci dengan diriku sendiri
Aku pun tak datang mengantar kepergianmu
ke peristirahatanmu yang terakhir
Hanya airmata yang bisa ku teteskan saat
itu juga mendengar kau sudah pergi meninggalkanku tuk selamanya
Sambil mengenang tentang kebersamaan kita dulu
Sambil mengenang tentang kebersamaan kita dulu
Sampai detik ini pun ku belum pernah
menabur bunga ke makam mu
Bahkan makam mu dimana ku juga belum tau
Maafkan aku…
Ku belum bisa membalas budi baik mu
Ku belum mengucapkan kata terimakasih
Hanya sebaris doa yang bisa kupanjatkan,
Semoga kau tenang disana
Ku tau waktu tak kan bisa terulang
Hanya penyesalan yang tersisa di hati
Hanya potongan potongan kenangan saat ku
bersamamu
yang masih tergambar dalam benak ku
Oooh,,Tuhan….
Jangan hukum aku dengan perasaan bersalah ini…
Jangan hukum aku dengan perasaan bersalah ini…
Ku telah kehilanganmu,
Kini,
Tak ada lagi yang menyayangiku
Seperti kau menyayangiku dulu
Tak ada lagi yang memanjakanku
Seperti kau memanjakanku dulu
Ku merindu sosokmu…
Tak ada lagi bentuk kasih sayang seperti
mu untukku
Tak ada lagi bentuk perhatianmu untukku
Tak ada lagi yang menemaniku disaat ku
sendiri
Tak ada lagi,
Tak ada lagi,
Tak ada lagi…
Kau tak kan terganti…
Darimu ku belajar tentang arti sebuah
ketulusan
Kasih sayangmu tak lekang oleh waktu
Masih ku ingat sampek sekarang
Masih ku ingat sampek sekarang
...Hanya memberi tak harap kembali....
...Bagai Sang Surya Menyinari Duniaaa....
...Bagai Sang Surya Menyinari Duniaaa....
Terima kasih mbok’…
I Miss u
I Love u :)
I Miss u
I Love u :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar